Karimun Jawa: Merdeka di Pulau Geleang

 
Destinasi kali ini mungkin bisa disebut hidden paradise. Kok bisa? Ya bisa lah, kan yang buat cerita aku HAHAHA!! Bukan itu kok, yang jelas mungkin kalian masih asing denger namanya.
 
Pulau Geleang. Salah satu pulau yang masih termasuk di dalam gugusan pulau di Karimun Jawa ini memang punya pesona yang luar biasa. Pokoknya dijamin beda banget dari pulau-pulau yang selama ini udah aku kunjungi.
 
Berbekal perahu kecil tapi bukan perahu karet apalagi perahu kertas, aku menyusuri luasnya lautan, melawan deburan angin, dan tentu saja melawan sengatan matahari. Gak butuh waktu lama kok buat menuju tempat ini dari spot snorkeling yang barusan aku kunjungi. Bagi ang belum baca ceritanya, langsung klik DISINI. Intinya jalanan di laut lancar jaya, gak semacet jalur Pantura lah.
 
Mendekati bibir pantai,  sudah menanti view yang amazing banget. Bukan cewek ataupun putri duyung yang buat aku berdecak kagum. Tapi pemandangan disini pecah banget! Kalian bayangin aja sambil lihat beberapa momen yang sempat aku abadikan dibawah ini.

Birunya langit hijaunya laut

  
Ini perahu yang kita gunakan untuk keliling pulau-pulau di Karimun Jawa
 
Feeling freedom now!

 
Banyak banget yang bisa aku lakuin disini. Mulai keliling pulau, makan bekal yang aku bawa, mabuk angin laut, tiduran di bawah pohon, sampai godain penghuni disini. Yang terakhir itu ngarang. Soalnya penghuni disini cuma dua orang HAHAHA!!
 
"Pak, disini kok berani tinggal berdua sama ibu?" aku bertanya.
"Mau gimana lagi, saya harus menjaga kekayaan alam disini." Jawab si Bapak.
 
Seketika aku hening. Bukan kok bukan mikirin Nikita Mirzani yang sibuk update status di timeline. Bukan juga tentang mikirin gimana hasil inflasi Indonesia. Kejauhan! Aku mendadak berpikir, mengapa bapak dan ibu yang sudah berumur ini bisa kepikiran buat menjaga kelestarian alam Indonesia, sedangkan kita yang masih muda mungkin banyak yang sudah gak peduli sama alam Indonesia ini.
 
Aku merasa tersentuh, aku tergerak. Aku mulai dari hal yang sederhana. Buang sampah pada tempatnya. Remeh kelihatannya tapi cukup besar efeknya. Meskipun gak sebanyak di tempat lain, tapi sampah disini cukup mengganggu. Nah, bungkus sampah bekal makanan dan sampah lain disekitar pulau, aku ambil buat aku kumpulin di satu lubang. Yang jelas bukan lubang buaya ataupun lubang yang lain.
 
Kelar bersih-bersih dan kecapekan gara-gara kebanyakan berkhayal, aku putuskan tiduran lagi di sebuah lesehan bambu di bawah pohon sambil lihat laut. Lagi-lagi, pecah banget suasananya! Speechless!




 
Waktu berjalan terus dan terik matahari semakin kerasa. Tiba saatnya aku melanjutkan ke destinasi selanjutnya. Mau tahu kemana? Pantau terus ya, jangan sampai ketinggalan ceritanya. Bagi yang mau share hidden paradise yang lain di Karimun Jawa, langsung aja di kotak komentar ya. Siapa tahu info dari kalian berguna buat aku nemuin putri duyung dan juga buat pembaca. HAHAHA!! Sampai jumpa :)

6 komentar:

  1. good, sebagai traveler juga harus menjaga yang namanya alam, jangan sampai kotor terus habis! enggak ada lagi yang bisa dinikmati :) eh terus, itu jadi nemu putri duyung enggak?

    ReplyDelete
  2. Wah nice banget... memang seorang traveler harus menjaga kelestarian alam....
    Kunjungin balik blog saya ya http://alfi-journey.blogspot.com/
    Baru mulai nulis

    ReplyDelete
  3. bro
    itu nyewa kapal bayar berapa?
    apa malah dapet gratisan sama bapak yang punya kapal :D
    rencana mau ke karjaw nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. "harusnya" sih bayar, tapi gue pasang muka sok melas dan akhirnya gratis hahaha

      Delete

Sebelum pergi jangan lupa tinggalkan komentar, kritik, saran, dan share juga ke temen kalian ya. Apresiasi sekecil apapun bisa jadi punya pengaruh yang sangat besar bagi pembaca lain dan juga blog ini ke depannya. Terimakasih sudah mampir dan membaca :))

 

Loyal Followers

Backpacker Indonesia

KBMR